Thursday, July 25, 2019

Cara Install Ubuntu Server



Tutorial ini menjelaskan bagaimana cara melakukan instalasi 
atau pemasangan Ubuntu Server Minimal. 
Ubuntu Server yang digunakan adalah Ubuntu Server 16.04 LTS. 
Requirement / Kebutuhan
Untuk melakukan install Ubuntu LTS Server, silakan 
download file Ubuntu yang tersedia pada link berikut
http://releases.ubuntu.com
Selama melakukan installasi, dianjurkan menggunakan 
koneksi internet yang cepat untuk mengupdate package-package bila diperlukan.
Catatan
Pada panduan ini, saya menggunakan hostname 
server1.example.com dengan 
IP address 192.168.1.100 dan gateaway 192.168.1.1. Setingan ini 
mungkin bisa berbeda untuk setiap orang, sehingga 
kamu dapat mengganti 
setingan tersebut.
Langkah Instalasi
Masukkan CD Ubuntu ke dalam komputer dan lakukan boot ulang. 
Jika menggunakan Virtual Machine maka lakukan hal yang sama, 
kemudian pilih file ISO yang telah didownload melalui sourc 
for CD/DVD Drive di VMWare atau Virtualbox tanpa melakukan 
burning ke CD terlebih dahulu.
Pertama pilih bahasa yang digunakan untuk sistem
Install Ubuntu Server - Pilih Bahasa Untuk Sistem
Pilih Install Ubuntu Server
Install Ubuntu Server - Pilih Install
Pilih Bahasa untuk proses installasi sistem
Install Ubuntu Server - Pilih Bahasa
Pada pilihan Select Your Location pilih other
Install Ubuntu Server - Pilih Lokasi
Pilih Jenis Keyboard, No
Install Ubuntu Server - Pilih Jenis Keyboard
Konfigurasi Layout Keyboard, Pilih English (US)
Install Ubuntu Server - Konfiguarsi Keyboard
Pada pilihan Primari network interface pilih sala satu yang akan dijadikan primary
Install Ubuntu Server - Primary Network Interface
Masukkan nama host untuk server
Install Ubuntu Server - Konfigurasi Jaringan
Disini Anda diminta untuk melakukan pengaturan User, 
silakan lengkapi data user sesuai nama Anda
Install Ubuntu Server - Setup user and password
Pada saat diminta Encrypt Home Directory, pilih No.
Install Ubuntu Server - Enkripsi Home Directory
Pengaturan Jam, Ubuntu Server akan mendeteksi zona waktu Anda, 
jika sudah sesuai, pilih Yes.
Install Ubuntu Server - Atur jam
Pada metode partisi hardisk, pilih use entire disk and set up LVM
Install Ubuntu Server - Pengaturan Hardisk
Pilih Hardisk Anda
Install Ubuntu Server - Pilih Hardisk
Selanjutnya, Hardisk akan di overwrite, pilih Yes.
Install Ubuntu Server - Overwrite Hardisk
Atur size partisi hardisk Anda, biasanya sudah terdeteksi
 ukuran Hardisk, klik Continue
Install Ubuntu Server - Volume Hardisk
Setelah pengaturan Hardisk selesai, Anda akan ditanya, 
apakah pengaturan sudah benar,
 tekan Yes.
Install Ubuntu Server - Proses Partisi Hardisk
Proses Installasi akan berjalan
Install Ubuntu Server - Proses install sistem
Disini ada proses update otomatis, disini saya memilih No Automatic Update
Install Ubuntu Server - Upgrade Sistem
Pilih Software tambahan yang diinginkan, disini saya memilih 
OpenSSH Server agar dapat 
dikontrol melalui Putty
Install Ubuntu Server - Pilih Software Yang Ditambahkan
Pada pilihan install GRUB boot loader, pilih Yes
Install Ubuntu Server - Install grub boot loader
Installasi selesai
Install Ubuntu Server - Finish
Setelah selesai melakukan installasi, Anda dapat login dengan 
user yang telah Anda 
seting sebelumnya







Cara Cek IP di Ubuntu

How to Check IP Address on Ubuntu 18.04 (Desktop)

Question – How to Find Local IP Address of My Ubuntu Desktop system? 2 Ways to find IP Address on Ubuntu 18.04 Desktop?
Ubuntu 18.04 desktop provides an attractive GUI for working with it. You can either use the command prompt to check the current IP address on your system or use GUI option to view local IP address on your system.
Follow this tutorial to configure new IP on Ubuntu 18.04 desktop system.

Method 1 – Ubuntu 18.04 Check IP via GUI

Login to your Ubuntu Desktop system. After that open settings windows on your Ubuntu Desktop machine as showing in below screen.
Ubuntu open settings
In left sidebar click on Network tab. After that click icon to open setting for your systems network interface as shown in below screen.
Ubuntu open network settings
Here is the IP address of your Ubuntu desktop system.
View Ubuntu Local IP Address

Method 2 – Ubuntu 18.04 Check IP via CLI

Press CTRL + ALT + T to launch the terminal on your Ubuntu system. Now type following ip command to view current IP addresses configured on your system.
ip addr show
Ubuntu check local ip command

Wednesday, July 24, 2019

Install Centos 7 GUI

How to install GNOME GUI on CentOS

GNOME adds GUI to the minimal CentOS installation, which is otherwise only a command-line based interface.

In this article, we’re going to explain how can the GNOME GUI can be
installed on CentOS minimal version. Since the interface is CLI mode,
 this is only going to be a bunch of simple terminal commands.
GNOME is a part of the GNU project and is a very simple DE that focuses on ease
of usage and elegance. It uses the KISS principle (Keep it simple, stupid),
and is the default DE of many distributions like Debian, Fedora, Red Hat
Enterprise Linux, Kali Linux, etc. Find out more about GNOME here.

Installing GNOME on minimal CentOS

Let’s straightaway get to it.

Assumption

We’re going to assume that users already have installed CentOS and have access
to the root user, or a superuser. We’re going to write the commands according
to the root user for the sake of simplicity. If you’re not the root user,
 just put sudo in front of all commands.
Start up the system and proceed:

Installation

Step 1 – Connect to the internet

You need an internet connection for this. So, if you’re on a wired connection,
there’s nothing to do. However, if you want to connect to a wireless network,
enter this:
nmtui

It stands for Network Manager Textual User Interface. It is still not a graphical
interface, but it’s close, and if you ask me, it is cool too.
You can connect to the wireless network here. You should see a menu like this:

Connecting to a wireless network.

Navigate to ‘Activate a connection’ and press Enter. A list of available networks
should appear. Choose the one that you want to connect to, enter its password,
and you’ll be connected.

Step 2 – Update your system

First, we update the system. It is not always required, but its good practice.
yum update

Updating CentOS

Let it finish and proceed.

Step 3 – Install the GNOME package

Now, we install the GNOME packages. To install those, we’re going to
use a command that installs all packages related to the GNOME DE.
sudo yum -y groups install "GNOME Desktop"

Installing GNOME packages

It may take a while, so lay back and get some snacks.

Step 4 – Configure the X window system

The program that runs a graphical environment on most Linux systems is
called the X Window System. So, first, you’ll have to tell X that GNOME is
the default DE that you want to use for the graphical environment. So enter this command:
echo "exec gnome-session" >> ~/.xinitrc
Now we’re done with the installation of GNOME and configuration of the
X Window System. So let’s test it with:
startx
After this program runs, you’ll see the GNOME graphical interface,
something like the image below, which means it works.

GNOME DE

Step 5

Now it has been installed and tested. However, we don’t want that
every time that you start up your system, you have to enter startx to get the GUI.
 So let’s make it start automatically during startup. Use the following command:
systemctl set-default graphical.target

Conclusion

You are done with installing GNOME on CentOS. Easy, wasn’t it?
Now next time you boot, you should see the GNOME login screen.
Enjoy the GNOME DE on your system.
We hope this article helped you. Cheers!

Tuesday, July 16, 2019

Mengembalikan USB Flash yang di Disable / Write Protected

Pernahkah mengalami Flash Disk atau Hardisk Eksternal dengan kabel USB yang tiba-tiba tidak bisa digunakan, mungkin di disable aksesnya atau muncul pesan Write-Protected ? Jika mengalami hal ini, atau ingin menonaktifkan penggunaan USB di komputer anda dan membatasi aksesnya, bisa dicoba tips berikut.
Minimal ada 2 hal yang bisa menyebabkan media penyimpan USB tidak bisa diakses, pertama memang aksesnya di disable dan yang kedua, aksesnya di proteksi, biasa muncul pesan bahwa “The disk is write-protected”. Dua-duanya bisa diatur melalui registry windows.

This Disk is Write-Protected

Pada kondisi ini, USB masih bisa dibaca, tetapi tidak bisa ditulis atau untuk menyimpan data. Jika akan digunakan untuk menyimpan data maka akan muncul pesan seperti ini :
Jika mengalami kejadian seperti diatas, maka coba ikuti tip berikut :
  1. Buka Registry Editor ( Start Menu > Run, ketik : Regedit, kemudian tekan enter/klik OK)
  2. Cari Key berikut :
    HKEY_LOCAL_MACHINESYSTEMCurrentControlSetControlStorageDevicePolicies
  3. Jika di panel bagian kanan ada WriteProtect, double click dan dibagian value data isikan 0 atau hapus WriteProtect tersebut atau bisa juga hapus key StorageDevicePolicies. Kemudian refresh (View > Refresh)
  4. Coba lepas USB Flash Disk dan ulangi copy datanya
Sebaliknya, untuk membatasi pengguna komputer agar tidak bisa menulis, mengcopy atau memindah data di flash disk, maka bisa dilakukan dengan tips berikut :
  1. Buka Registry Editor ( Start Menu > Run, ketik : Regedit, kemudian tekan enter/klik OK)
  2. Cari Key (mirip folder) berikut
    HKEY_LOCAL_MACHINESYSTEMCurrentControlSetControl
  3. Buat key baru (klik kanan dan pilih menu New > Key, kemudian beri nama StorageDevicePolicies
  4. Kemudian buka key StorageDevicePolicies tersebut dan klik kanan pilih New > DWORD Valueberi nama WriteProtect
  5. Double click WriteProtect tersebut, di bagian value data dan isi dengan nilai 1. Klik OK
Update 27 Juni 2008
Selain CurrentControlSet, pengubahan juga harus dilakukan di key ControlSet001ControlSet002dan seterusnya jika ada. Jadi bisa di cek di Key berikut :
  • HKEY_LOCAL_MACHINESYSTEMControlSet001ControlStorageDevicePolicies
  • HKEY_LOCAL_MACHINESYSTEMControlSet002ControlStorageDevicePolicies
Setelah di set seperti diatas, maka semua user yang menggunakan komputer tersebut tidak dapat menyimpan, mencopy atau memindah data ke USB Flash Disk, tanpa harus me restart komputer terlebih dahulu. Sehingga muncul pesan disk write-protected seperti diatas. Tips ini dapat berjalan di Windows XP SP2 and SP3, Windows Vista, Windows Server 2003 dan 2008. (http://ebsoft.web.id)

USB Mass Storage tidak berfungsi (Disable)

Ada kalanya media penyimpan eksternal seperti USB Flash Disk, hardisk Eksternal dan sejenisnya tidak bisa diaktifkan atau di disable. Jika mengalami hal ini maka coba tip berikut :
  1. Buka Registry Editor ( Start Menu > Run, ketik : Regedit, kemudian tekan enter/klik OK)
  2. Cari Key berikut :
    HKEY_LOCAL_MACHINESYSTEMCurrentControlSetServicesUsbStor
  3. Di panel bagian kanan double klik Start, ganti isinya (Value data) dengan 3 untuk mengaktifkan USB storage, jika isinya 4 maka Removable USB mass storage akan di disable.
Jika efeknya tidak langsung terlihat, maka Restart komputer terlebih dahulu. Tips ini dapat diterapkan di Windows Vista, XP, Windows Server 2008, 2003 dan 2000. (http://ebsoft.web.id).
Sumber : http://www.mydigitallife.info

Mematikan Windows Update Otomatis di Windows 10 Via Registry

Tidak seperti pendahulunya, di Windows 10 kita harus bersusah payah untuk mematikan fitur update otomatis milik Windows update. Pengaturan Windows update yang dulu dapat kita gunakan untuk mematikan update otomatis kini dihilangkan dari Windows 10 serta tidak disediakan pengaturan lain yang dapat kita gunakan untuk mematikan update otomatis ini.
Untungnya, pengguna yang menggunakan Windows 10 edisi Pro dapat mengatur agar ketika update baru ditemukan tidak langsung di download dan di install, namun sebatas memberi notifikasi terlebih dahulu ke penggunanya. Dengan cara menyalakan pengaturan ini otomatis sama saja dengan mematikan update otomatis namun tidak sepenuhnya. Selain itu, ada juga pengaturan agar Windows tetap mendownload update namun memberitahu terlebih dahulu ketika akan menginstallnya.
Windows update mati
Windows update mati

Mematikan Windows Update menggunakan Registry

Banyak pembaca AplikasiPC yang menanyakan kemungkinan mematikan Windows Update melalui Registry. Dan ya, untung saja kita dapat mematikan fitur tersebut melalui Registry. Selain itu, semua pengaturan Windows update yang ada di Group Policy juga dapat kita atur melalui Registry.
Sebagai tambahan, melalui Registry kita juga dapat mematikan Windows update sepenuhnya pada Windows 10 (setara dengan pengaturan never check for update).
Pada tutorial kali ini, saya akan membagikan dua cara untuk mematikan Windows update melalui Registry. Berikut adalah cara tersebut.
  • Cara 1 – Mematikan Windows update sepenuhnya
  • Cara 2 – Mengatur bagaimana update otomatis berjalan
Cara 1 dari 2

Mematikan Windows update sepenuhnya

Penting: Sangat direkomendasikan untuk membuat system restore point terlebih dahulu sebelum melanjutkan, agar ketika terjadi kesalahan, kita dapat dengan mudah mengembalikan ke semula.
Langkah 1: Ketik regedit di Start menu atau kotak pencarian taskbar lalu tekan Enter. Klik tombol Yes jika Anda melihat konfirmasi dari User Account Control.
Membuka Regedit di Windows 10
Membuka Regedit di Windows 10
Langkah 2: Setelah jendela Registry Editor terbuka, cari key berikut ini:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows
Kunci Pengaturan Windows Update
Kunci Pengaturan Windows Update
Langkah 3: Klik kanan kunci Windows (lihat gambar), klik New, lalu pilih Key.
Membuat Key Baru di Registry Windows 10
Membuat Key Baru di Registry Windows 10
Masukan WindowsUpdate (tanpa spasi) sebagai namanya. Jika salah, Anda dapat mengulanginya dengan cara mengklik kanan kembali kunci yang salah tadi lalu pilih Rename.
Hasil Membuat Key Windows Update
Hasil Membuat Key Windows Update
Langkah 4: Setelah kunci WindowsUpdate berhasil dibuat, klik kanan kunci tersebut lalu klik New dan pilih Key. Atur namanya dengan AU.
Membuat Sub Key Baru di Registry Windows 10
Membuat Sub Key Baru di Registry Windows 10
Langkah 5: Klik kunci AU tadi, lalu pada sisi kanan, klik pada tempat kosong dan klik New. Setelah dialog Newterbuka, klik DWORD (32-bit) Value dan beri nama NoAutoUpdate.
Membuat Key DWORD 32-bit
Membuat Key DWORD 32-bit
Langkah 6: Terakhir, klik ganda NoAutoUpdate dan isi dengan nilai berikut ini.
  • 0 – Mengaktifkan update otomatis
  • 1 – Mematikan update otomatis
Pengaturan Key NoAutoUpdate
Pengaturan Key NoAutoUpdate
Dengan Anda mengisi DWORD NoAutoUpdate dengan nilai 0, maka Windows tidak akan lagi mengecek update secara otomatis. Ketika Anda membuka Advanced options yang ada di Settings, Anda akan melihat label Never check for updates pada statusnya.
Cara 2 dari 2

Mengatur bagaimana update otomatis berjalan

Jika Anda tidak ingin mematikan update otomatis sepenuhnya dan ingin mengatur bagaimana update tersebut berjalan, Anda dapat melakukannya dengan cara di bawah ini.
Langkah 1: Gunakan langkah 1 sampai langkah 5 pada cara 1 untuk membuat kunci WindowsUpdate dan AU pada kunci:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows
Langkah 2: Pilih kunci AU lalu pada sisi kanan buat DWORD 32-bit baru dan beri nama AUOptions. Isi nilai kunci AUOptions ini dengan salah satu pilihan di bawah ini:
  • 0 – Sebelum mendownload dan menginstall update, tampilkan pemberitahuan terlebih dahulu.
  • 3 – Download update secara otomatis namun tampilkan pemberitahuan saat akan menginstall.
  • 4 – Download update secara otomatis dan install sesuai jadwal yang telah ditentukan.
  • 5 – Ijinkan administrator untuk memilih pengaturan.
Pengaturan Key NoAutoUpdate
Pengaturan Key NoAutoUpdate
Singkat kata, jika Anda ingin selalu mendapat pemberitahuan ketika update baru ditemukan, atur kunci AUOptions dengan 0 (nol). Mengatur Windows 10 agar memberitahu terlebih dahulu sebelum mendownload update merupakan cara terbaik untuk mematikan update, karena update tidak akan di download tanpa persetujuan Anda.
Sayangnya, Anda tidak dapat menggunakan cara di atas jika menggunakan Windows 10 edisi Home.

Monday, July 15, 2019

Instalasi Active Directory Certificate Services

Berikut data untuk instalasi Active Directory Certificate Services , Hal ini hanya diperuntukan dan dipergunakan sebagai pembelajaran dalam pemakaian instalasi Avtive Directory Certificate Services . Jika ingin bertanya dan sebagainya dapat email ke vandro.pratama@gmail.com.
Instalasi Active Directory Certificate Services .
1. Check, Active Directory Certificate services.
image
2. klik Next.
image
3. Check, Enterprice.
image
4. Check, ROOT CA.
image
5. Check , Create a New Private Key.
image
6. Cryptography , 2048 Key Character . Next
image
7. Klik Next.
image
8. Set Validity Period ( untuk tahun ini dapet ditentukan dengan kebutuhan masing – masing.
image
9. Configure Certificate Database , Klik Next
image
10. WEB IIS , Klik Next
image
11. Select Role Services , Klik Next.
image
12. Confirm Installation Selection , Klik Next
image
13. Intallation Result. Finis
image
14. Berikut tampilah URL untuk Request Sertifikat : dengan URL yang kira buat : http://vandro01/certsrv
image

Fungsi Active Directory Certificate Services

Certificates Authority(CA) merupakan sebuah entity untuk meng-issue sertifikat ke individual, komputer, organisasi dan services.CA dapat berfungsi untuk beberapa hal, yaitu mengidentifikasi siapa yang meminta sertifikat tersebut, issue sertikat untuk user, komputer dan services, memanage pembatalan sertifikat. Ketika kita pertama kali membuat CA maka dinamakan CA rootsedangkan selanjutnya kita namakan Subordinate CA.
Pada AD CS juga terdapat yang namanya Digital Certificate, Digital Certificate merupakan sertifikat yang terdiri dari file digital yang mempunyai 2 bagian, yaitu public key dan private key, keduanya digunakan untuk encrypt dan decrypt data, ketika kita menggunakan private key untuk enkripsi data maka kita bisa men decrypt nya dengan menggunakan public key.

Public key bisa di distribusikan ke semua klien yang membutuhkan sertifikat tersebut, public key terdiri dari informasi mengenai subjek sertifikat, validity dari sertifikat, application dan services yang bisa memakai sertifikat tersebut, dan bisa mengetahui siapa pemegang sertifikat tersebut.

Private Key merupakan sertifkat yang hanya disimpan pada komputer yang me request sertifkat tersebut.
Review sedikit untuk penggunakan sertifikat adalah yang paling mudah ketika kita menggunakan OWA(Outlook Web Access) yang mana diakses via Https(port 443) atau SSL(Secure Socket Layer) untuk encryption(enkripsi) data, untuk Smart Start Log on Client Computer ataupun VPN, sertifikat router untuk membangun IPSec Communication, Sertifikat untuk S/MIME enkripsi dan authenticated email, untuk Encrypting FIle System(EFS) certificates ketika komputer join domain.
Adapun beberapa kegunaan AD CS  :
1. Menyediakan Certificate Authority(untuk issue sertifikat dan assign the sertifikat).
2. Menyediakan tool untuk membuat, distribusi, dan membatalkan certificate baik secara manual maupun otomatis.
3. Menyediakan Certificate Revocation Services(untuk pembatalan pembuatan sertifikat.
4. Pengintegrasian antara Certificate Authority dengan AD DS.
AD DS dan AD CS terintegrasi dalam beberapa hal sebagai berikut.
1. Sertifikat untuk User dan komputer objek bisa secara automatis dibuat. Bisa digenerated secara otomatis,apabila user dan computer mempunyai permission yang cukup  dan sertifikat policy di configure untuk allow auto-enrollment.
2. Sertifikat untuk User dan komputer objek bisa disimpan di AD DS, Ketika sertifikat disimpan di user dan computer dan di replikasi ke semua AD DS Server.
3. Ada policy untuk memberikan dan menarik kembali sertifikat, configure trusted certificate bisa di manage melalui group policies.

Download Kalender 2021 Masehi / 1442 Hijriyah

Sumber artikel :  https://pintardesain.com/download-kalender-2021/ Download Kalender 2021 Masehi / 1442 Hijriyah File CorelDraw. Lengkap 12 ...